Agus Ibrahim (@agus_aminullah)

2 weeks ago

Mainan Kayu Lokal, Bertahan diantara Masifnya Serbuan Gawai dan Game Elektronik. Pak Umar sudah membuka usaha mainan kayu lokal anak sejak tahun 1997 disekitar kawasan Kalibata, Pasar Minggu. Pria berusia 78 tahun ini tak pernah surut semangatnya untuk terus mempertahankan usahanya ini, meskipun semakin kesini anak-anak lebih menyukai gawai, game onlen dan permainan elektronik lainnya. Pak Umar justru semakin terpacu untuk bertahan dan mengenalkan mainan tradisional ini di anak-anak jaman sekarang. Usaha mainan kayu ini sudah langka dan jarang yang membuatnya. Pembelinya pun makin berkurang. Terlebih dimasa pandemi Covid-19 ini. Omset penjualan menurun drastis. Mainan impor plastik dan gawai dan game elektronik juga nyaris membabat habis usaha mainan kayu lokal ini. Mari kita kenalkan anak-anak kita pada alat mainan kayu lokal ini. Agar usaha mainan kayu lokal ini dapat terus ada dan bertahan. Mudah-mudahan bisa kembali lagi berjaya seperti dimasa lalu. Ayo Dukung Ekonomi Lokal. #BangkitIndonesiaPhotoContest #fujifilm_id #gofujifilm @fujifilm_id

Loading...

9 comments

Loading...